Kisahpadi dari sawah ke meja makan - 34047973 yusrinmusa505 yusrinmusa505 05.10.2020 Fisika Sekolah Menengah Atas terjawab Kisah padi dari sawah ke meja makan 1 Lihat jawaban Iklan Iklan
Nenek moyang kita dari daerah Jawa mempunyai legenda asal-usul padi Jawa yang unik. Kata yang empunya cerita, Dahulu kala di Kahyangan, Batara Guru yang menjadi penguasa tertinggi kerajaan langit, memerintahkan segenap dewa dan dewi untuk bergotong-royong, menyumbangkan tenaga untuk membangun istana baru di kahyangan. Siapapun yang tidak menaati perintah ini dianggap pemalas, dan akan dipotong tangan dan kakinya. Mendengar titah Batara Guru, Antaboga Anta sang dewa ular sangat cemas. Betapa tidak, ia samasekali tidak memiliki tangan dan kaki untuk bekerja. Jika harus dihukum pun, tinggal lehernyalah yang dapat dipotong, dan itu berarti kematian. Anta sangat ketakutan, kemudian ia meminta nasihat Batara Narada, saudara Batara Guru, mengenai masalah yang dihadapinya. Tetapi sayang sekali, Batara Narada pun bingung dan tak dapat menemukan cara untuk membantu sang dewa ular. Putus asa, Dewa Anta pun menangis terdesu-sedu meratapi betapa buruk tetapi ketika tetes air mata Anta jatuh ke tanah, dengan ajaib tiga tetes air mata berubah menjadi mustika yang berkilau-kilau bagai permata. Butiran itu sesungguhnya adalah telur yang memiliki cangkang yang indah. Barata Narada menyarankan agar butiran mustika itu dipersembahkan kepada Batara Guru sebagai bentuk permohonan agar beliau memahami dan mengampuni kekurangan Anta yang tidak dapat ikut bekerja membangun mengulum tiga butir telur mustika dalam mulutnya, Anta pun berangkat menuju istana Batara Guru. Di tengah perjalanan Anta bertemu dengan seekor burung gagak yang kemudian menyapa Anta dan menanyakan kemana ia hendak pergi. Karena mulutnya penuh berisi telur Anta hanya diam tak dapat menjawab pertanyaan si burung gagak. Sang gagak mengira Anta sombong sehingga ia amat tersinggung dan marah. Burung hitam itu pun menyerang Anta yang panik, ketakutan, dan kebingungan. Akibatnya sebutir telur mustika itu pecah. Anta segera bersembunyi di balik semak-semak menunggu gagak pergi. Tetapi sang gagak tetap menunggu hingga Anta keluar dari rerumputan dan kembali mencakar Anta. Telur kedua pun pecah, Anta segera melata beringsut lari ketakutan menyelamatkan diri, kini hanya tersisa sebutir telur mustika yang selamat, utuh dan tidak pecah. Akhirnya Anta tiba di istana Batara Guru dan segera mempersembahkan telur mustika itu kepada sang penguasa kahyangan. Batara Guru dengan senang hati menerima persembahan mustika itu. Akan tetapi setelah mengetahui mustika itu adalah telur ajaib, Batara Guru memerintahkan Anta untuk mengerami telur itu hingga menetas. Setelah sekian lama Anta mengerami telur itu, maka telur itu pun menetas. Akan tetapi secara ajaib yang keluar dari telur itu adalah seorang bayi perempuan yang sangat cantik, lucu, dan menggemaskan. Bayi perempuan itu segera diangkat anak oleh Batara Guru dan Pohaci Sanghyang Sri adalah nama yang diberikan kepada putri itu. Seiring waktu berlalu, Nyi Pohaci tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik luar biasa. Seorang putri yang baik hati, lemah lembut, halus tutur kata, luhur budi bahasa, memikat semua insan. Setiap mata yang memandangnya, dewa maupun manusia, segera jatuh hati pada sang dewi. Akibat kecantikan yang mengalahkan semua bidadari dan para dewi khayangan, Batara Guru sendiri pun terpikat kepada anak angkatnya itu. Diam-diam Batara guru menyimpan hasrat untuk mempersunting Nyi Pohaci. Melihat gelagat Batara Guru itu, para dewa menjadi khawatir jika dibiarkan maka skandal ini akan merusak keselarasan di kahyangan. Maka para dewa pun berunding mengatur siasat untuk memisahkan Batara Guru dan Nyi Pohaci Sanghyang melindungi kesucian Nyi Pohaci, sekaligus menjaga keselarasan rumah tangga sang penguasa kahyangan, para dewata sepakat bahwa tak ada jalan lain selain harus membunuh Nyi Pohaci. Para dewa mengumpulkan segala macam racun berbisa paling mematikan dan segera membubuhkannya pada minuman sang putri. Nyi Pohaci segera mati keracunan, para dewa pun panik dan ketakutan karena telah melakukan dosa besar membunuh gadis suci tak berdosa. Segera jenazah sang dewi dibawa turun ke bumi dan dikuburkan ditempat yang jauh dan Dewi Sri dari kahyangan membuat Batara Guru, Anta, dan segenap dewata pun berduka. Akan tetapi sesuatu yang ajaib terjadi, karena kesucian dan kebaikan budi sang dewi, maka dari dalam kuburannya muncul beraneka tumbuhan yang sangat berguna bagi umat manusia. Dari kepalanya muncul pohon kelapa; dari hidung, bibir, dan telinganya muncul berbagai tanaman rempah-rempah wangi dan sayur-mayur; dari rambutnya tumbuh rerumputan dan berbagai bunga yang cantik dan harum; dari payudaranya tumbuh buah buahan yang ranum dan manis; dari lengan dan tangannya tumbuh pohon jati, cendana, dan berbagai pohon kayu yang bermanfaat; dari alat kelaminnya muncul pohon aren atau enau bersadap nira manis; dari pahanya tumbuh berbagai jenis tanaman bambu, dan dari kakinya mucul berbagai tanaman umbi-umbian dan ketela; akhirnya dari pusaranya muncullah tanaman padi, bahan pangan yang paling berguna bagi lain menyebutkan padi berberas putih muncul dari mata kanannya, sedangkan padi berberas merah dari mata kirinya. Singkatnya, semua tanaman berguna bagi manusia berasal dari tubuh Dewi Sri Pohaci. Sejak saat itu umat manusia di pulau Jawa memuja, memuliakan, dan mencintai sang dewi baik hati, yang dengan pengorbanannya yang luhur telah memberikan berkah kebaikan alam, kesuburan, dan ketersediaan pangan bagi manusia. Pada sistem kepercayaan Kerajaan Sunda kuna, Nyi Pohaci Sanghyang Sri dianggap sebagai dewi tertinggi dan terpenting bagi masyarakat dan AdatMeskipun kini orang Indonesia kebanyakan adalah muslim atau beragama hindu, sifat dasarnya tetap bernuansa animisme dan dinamisme. Kepercayaan lokal seperti Kejawen dan Sunda Wiwitan tetap berakar kuat dan pemuliaan terhadap Dewi Sri terus berlangsung bersamaan dengan pengaruh Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen. Beberapa kraton di Indonesia, seperti kraton di Cirebon, Ubud, Surakarta, dan Yogyakarta tetap membudayakan tradisi ini. Sebagai contoh upacara slametan atau syukuran panen di Jawa disebut Sekaten atau Grebeg Mulud yang juga berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi Wikipedia Gambar primbondonit
Sangatpanjang ternyata perjalanan padi dari sawah hingga ke meja makan. Pada peristiwa jual beli di pasar pihak yang terlibat adalah pedagang grosir, pedagang pasar, dan pembeli. Sedangkan interaksi yang terjadi adalah interaksi sosial antara penjual dan pembeli yang terjadi di pasar.
Ada yang bilang, “Kalau belum makan nasi artinya kamu masih ngemil!” Begitulah orang Indonesia. Nasi adalah makanan pokok mereka. Meskipun sudah makan semangkok bakso, bagi mereka itu masih makan camilan karena bukan nasi yang mereka makan. Mata pencaharian terbesar di negeri inipun adalah petani, orang yang menanam padi d sawah. Sepiring nasi yang terhidang di meja makan, sebelumnya melalui perjalanan yang panjang. Seperti yang kita ketahui bersama, nasi berasal dari padi. Padi ini ditanam oleh para petani di sawah. Inilah perjalanan padi menuju nasi yang bisa kamu makan sehari-hari. Membajak sawah Petani mengolah tanah terlebih dahulu. Tanah ini sebagai tempat tumbuhnya padi. Caranya tentu saja dengan dibajak. Masih Membajak sawah Selain menggunakan tenaga sapi untuk mengolah tanah, banyak juga petani yang menggunakan traktor. Menyemai benih Petani menyemai benih padi di sebuah petak sawah yang tanahnya telah diolah. Pengerjaan antara mengolah tanah dan membajak sawah sangat berdekatan waktunya, hampir bersamaan. Benih padi sudah siap ditanam Kalau orang Jawa, terutama di daerah Jawa Timur, menyebut kegiatan ini dengan sebutan ndaut, yaitu kegiatan mengambil benih padi yang sudah siap tanam. Benih padi diedarkan ke segenap petak sawah Benih padi dikumpulkan menjadi beberapa ikatan. Kemudian tiap ikatnya akan diedarkan ke petak-petak sawah. Mereka siap ditanam! Menanam Orang Jawa menyebutnya tandur, akronim dari ditanam karo mundur yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah ditanam dengan cara mundur. Memang, para petani menanam padinya dengan cara mundur sehingga mereka tidak akan menginjak padi yang telah ditanam. Menyiangi rumput Petani menyiangi rumput yang ada di sawah supaya padinya tumbuh dengan baik. Mereka menggunakan alat khusus seperti pada gambar di atas. Masih Menyiangi rumput Ada pula petani yang menyiangi rumput secara manual, yaitu menggunaan tangan tanpa alat khusus. Petani juga butuh istirahat, jadilah gubuk di tengah sawah Saat lelah, petani akan keluar dari petak sawah dan menuju gubuk yang ada di tengah hamparan sawah. Biasanya mereka beristirahat untuk makan siang atau beribadah bagi mereka yang muslim. Tak ada gubuk, galengan pun jadi Galengan adalah jalan kecil untuk batas atau jalan di sawah. Adanya galengan membuat sawah menjadi berpetak-petak. Dalam Kamus Bahasa Indonesia kamu akan menemui kata pematang untuk definisi galengan yang seperti ini. Memupuk Seorang petani tampak memberi pupuk pada tanaman padinya. Pupuk akan membantu pertumbuhan padi dengan baik. Menyemprot Selain dipupuk, padi juga perlu disemprot dengan pestisida untuk menghilangkan hama. Mengusir hewan-hewan nakal dengan orang-orangan sawah Terkadang, burung-burung kecil mencari makan ke sawah. Mereka memakan bulir-bulir padi yang mulai tumbuh. Maka dibuat orang-orangan sawah untuk menakuti burung-burung yang nakal itu. Menunggu masa panen Ketika semua ikhtiar telah dilakukan, petani menunggu datangnya masa panen. Penungguan ini bukan masa berpangku tangan, tetapi mereka secara rutin masih menyiangi rumput, mengairi sawah, hingga menunggui sawahnya agar tidak didekati burung-burung jahil. Panen Sepeti inilah gambaran panen di sawah. Petani bergotong-royong memanennya. Masih Panen Orang Jawa, menyebut kegiatan ini dengan gepyok, yaitu memukul-mukulkan tanaman padinya ke atas sebuah alat khusus yang terbuat dari kayu. Cara tradisional ini masih banyak digunakan oleh petani Indonesia. Ketika petani berangkat Seperti inilah kiranya ketika petani berangkat ke sawah Ketika petani pulang Beginilah kiranya para petani yang pulang dari sawah. Nah, panjang bukan?! Cara untuk menghargai perjalanan panjang padi hingga menjadi nasi ini dengan cara membeli produk padi lokal dan memakan nasimu hingga tandas. Jangan sampai tersisa sebutirpun dalam piringmu. Sebab, siapa tahu butir nasi yang terakhir itu yang membawa berkah.
KisahPadi dari Sawah ke Meja Makan Buatlah sebuah karangan narasi yang menceritakan perjalanan padi dari sawah sampai ke meja makan ketika siap disantap menjadi nasi. Dalam karanganmu pastikan kamu juga menceritakan: 1. Proses yang terjadi di sawah ketika petani menanam padi, dan interaksi petani dengan lingkungan alam.

Muslimahdaily - Di suatu desa dimana hiduplah seorang ibu miskin yang memiliki seorang anak kecil berusia 8 tahun. Ibu berusia sekitar seperempat abad tersebut telah lama ditinggal mati suaminya sehingga sehari-hari harus bekerja menggarap satu-satunya lahan pertanian mungil yang ditinggalkan oleh almarhum suaminya. Sumber penghidupan utama dari keluarga kecil yang hidup di gubuk sederhana yang hampir roboh tersebut adalah dari sawah yang saat itu sedang ditanami padi. Selepas si anak pulang sekolah, si ibu berkata kepada si anak, “Nak, jagalah padi kita yang hampir menguning agar tidak dihabiskan burung pencuri. Ibu mau memasak sebentar. Nanti kalau makanan kita sudah matang, ibu akan bawa makanan kita ke sawah dan kita bisa makan bersama di gubuk sawah kita.”Dengan patuh si anak pun berangkat ke sawah mungil yang letaknya hanya sekitar lima menit dari rumah mereka. Di sepanjang perjalanan banyak dilihatnya para petani menghalau padi mereka yang sudah menguning dari burung-burung liar yang mencuri bulir keemasan padi mereka. Ketika sampai di gubuk sawah mereka, si anak segera duduk di gubuk kecil yang terbuat dari bambu dan beratapkan jerami kering. Hari itu udara cerah dan semilir angin menyejukkan badan dan pikiran. Dilihatnya di sawah milik almarhum bapaknya sang bunda sudah memasang kantong plastik berderet yang dijalin dengan tali rafia yang dibentangkan di seluruh badan sawah. Hanya dengan menggoyangkannya tali yang ditambatkan di gubuk sawah, tali dan plastik yang menggantung akan bergerak dan mampu mengusir burung-burung yang memakan padi mereka. Setelah beberapa saat mengusir burung-burung pencuri tersebut dari sawah mereka, sang anak terdiam sambil berpikir. Kemudian dibiarkannya burng-burung tersebut kembali ke sawah mereka dan memakan bulir padi keemasan tersebut. Ketika sang ibu datang, sang ibu murka dan bertanya mengapa sang anak membiarkan burung-burung tersebut memakan padi mereka. Kemudian jawab sang anak, ”Ibu, aku melihat para petani lainnya mengusir burung-burung tersebut. Kemudian aku berpikir kasihan burung tersebut, mereka pasti kelaparan. Kemudian aku berdoa Ya Allah jadikan setiap bulir padi yang dimakan burung tersebut sebagai sedekah almarhum bapak dan juga ibu untuk burung-burung tersebut dan berikanlah pahala yang berlimpah atas sedekah tersebut kepada dua orang yang kusayangi.’ Allah Maha Baik, Ibu. Pasti sisa dari padi yang dimakan burung-burung tersebut masih lebih dari cukup untuk kita.” Kata sang anak dengan polos. Sang ibu hanya bisa berlinang air mata melihat ketulusan dan kemuliaan hati sang anak yang merupakan warisan almarhum suaminya. Kemudian dipeluknya sang anak karena hari ini sang ibu belajar arti memberi dengan tulus, bahkan kepada makhluk Allah lainnya. Kisah inspiratif dari buah hatinya mengajarinya banyak hal tentang hidup dan juga Allah.

Matapencaharian terbesar di negeri inipun adalah petani, orang yang menanam padi d sawah. Sepiring nasi yang terhidang di meja makan, sebelumnya melalui perjalanan yang panjang. Seperti yang kita ketahui bersama, nasi berasal dari padi. Padi ini ditanam oleh para petani di sawah. Inilah perjalanan padi menuju nasi yang bisa kamu makan sehari-hari. Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 5 Halaman 120, Karyaku Prestasiku Proyek 3, Kisah Padi dari Sawah ke Meja Makan Benih padi siap ditanam. Biasanya para petani menanam padi dengan cara gotong-royong. Mereka bersama-sama orang sekitarnya menanam padi bersama-sama. Pada kegiatan ini terjadi interaksi antara manusia dengan manusia. Setelah padi mulai tumbuh petani menyiangi rumput yang ada di sawah supaya padinya tumbuh dengan baik. Mereka menggunakan alat khusus, namun ada juga yang menyiangi rumput secara manual, yaitu menggunaan tangan tanpa alat khusus. Setelah disiangi petani juga memberi pupuk pada tanaman padinya. Pupuk akan membantu pertumbuhan padi dengan baik. Selain dipupuk, padi juga perlu disemprot dengan pestisida untuk menghilangkan hama. Ketika semua ikhtiar telah dilakukan, petani menunggu datangnya masa panen. Penungguan ini bukan masa berpangku tangan, tetapi mereka secara rutin masih menyiangi rumput, mengairi sawah, hingga menunggui sawahnya agar tidak didekati burung-burung jahil. Setelah padi siap dipanen petani memanen padi. Ada yang melakukan kegiatan panen menggunakan sebuah alat khusus yang terbuat dari kayu. Namun ada pula petani yang sudah menggunakan peralatan panen yang menggunakan mesin. Padi yang sudah dirontokkan kemudian dimasukan ke dalam karung-karung untuk dibawa pulang ke rumah. Pada lahan yang sulit dijangkau kendaraan petani biasanya memikul padi tersebut hingga sampai ke tempat yang dapat dijangkau oleh kendaraan. Ketika padi sampai di rumah ada kegiatan lain yang harus dilakukan para petani, yaitu menjemur padi. Padi dihamparkan pada kain terpal yang sudah digelar. Padi diratakan agar mendapat panas yang merata. Setiap beberapa jam padi juga harus dibolak balik agar kering merata. Penjemuran padi dilakukan selama dua hari jika matahari bersinar sepanjang hari. Namun jika cuaca mendung penjemuran bisa saja lebih dari tiga hari. Padi yang sudah kering kembali dimasukan ke dalam karung-karung agar mudah dipindahkan. Padai-padi tersebut biasanya akan disimpan untuk persediaan sampai musim panen yang akan datang. Namun bagi petani yang memiliki hasil panen yang banyak biasanya akan menjualnya kepada tengkulak. Di dini terjadi iteraksi sosial antara petani dan tengkulak. Biasanya para tengkulak akan membeli padi para petani kemudian akan menjualnya kembali ke pemiliki penggilingan padi. Setelah padi digiling menjadi beras, pemilik penggilingan akan menjual beras tersebut ke pedagang grosir berskala besar yang memiliki gudang penyimpanan. Tengkulak dan pemiliki penggilingan padi berperan sebagai ditributor. Kemudian pedagang grosir berskala besar ini akan kembali menjual beras tersebut kepada pedagang di pasar. Nah disinilah perjalanan padi semakin dekat dengan meja makan. Ketika ibu kita membeli beras di pasar dan kemudian memasaknya menjadi sepiring nasi yang tersedia di meja makan. Sangat panjang ternyata perjalanan padi dari sawah hingga ke meja makan. Halaman 1 2 3 Post Views 1,645 Pos terkaitKunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 SD Halaman 206, Kegiatan ProjekKunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 SD Halaman 200 dan 201, Lestarikan Sungai dengan ProkasihKunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 SD Halaman 196, Kompetisi Pembuatan SlimeKunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 SD Halaman 191 dan 192, Pasar Tradisional Muara KuinKunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 SD Halaman 186 dan 187, Lomba Seni Mempererat PersatuanKunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 174 175 176 177 181, Subtema 3 Pembelajaran 6 Buatlahkarangan narasi yg menceritakan perjalanan padi dari sawah sampai ke meja makan ketika siap disantap menjadi nasi - 12662728 xiaomi10 xiaomi10 11.10.2017 PPKn Tanaman padi perlu melalui proses penanaman di sawah. Setelah kurang lebih 6 bulan, padi dapat dipanen. Padi kemudian dikeringkan untuk memperoleh beras. Beras adalah makanan pokok bagi banyak orang di Indonesia. Namun, barangkali tidak banyak yang tahu mengenai perjalanan beras dari sawah ke meja makan. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai kisah padi dari sawah ke meja makan dan bagaimana proses pengolahan yang dilakukan. Pengolahan dan Produksi Padi Pertama-tama, mari kita bahas mengenai pengolahan dan produksi padi. Padi merupakan bahan makanan yang penting bagi masyarakat Indonesia. Sebagian besar padi ditanam di daerah daerah sawah di Indonesia. Tanaman padi membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Pada umumnya, petani menanam padi di musim hujan, ketika curah hujan cukup tinggi untuk dapat memenuhi kebutuhan air tanaman padi. Padi ditanam dalam jumlah yang cukup besar karena merupakan makanan pokok yang sangat dibutuhkan oleh kebanyakan penduduk Indonesia. Setelah padi tumbuh dengan baik, petani akan menuai padi dengan cara menentengnya dari sawah. Pengolahan Padi Menjadi Beras Selanjutnya, kita akan membahas mengenai pengolahan padi menjadi beras. Setelah padi dipanen, tahap selanjutnya adalah pengupasan gabah. Gabah merupakan padi yang telah dipanen dan masih berkulit. Gabah ini kemudian dijemur terlebih dahulu agar kadar airnya turun sebelum dipisahkan dari kulit. Setelah gabah benar-benar kering, maka kulit gabah akan mudah dipisahkan dari isinya. Beberapa petani menggunakan alat modern seperti mesin penggiling padi untuk memisahkan kulit dari isinya. Namun, banyak juga petani yang menggunakan cara tradisional seperti menumbuk gabah menggunakan alu atau lesung. Apa Itu Beras? Beras adalah butir-butir padi yang telah dipisahkan dari kulitnya. Beras merupakan makanan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan di pasar atau toko makanan. Mengapa Beras Penting? Beras penting bagi masyarakat Indonesia karena merupakan makanan pokok yang dapat dimakan setiap hari. Selain itu, beras juga menjadi salah satu sumber karbohidrat yang diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi. Dalam satu porsi, beras memiliki sekitar 200 kalori dan mengandung zat besi, vitamin B kompleks serta serat. Selain itu, beras juga memiliki kemampuan untuk memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh dan mencegah terjadinya obesitas. Jenis-Jenis Beras di Indonesia Di Indonesia, terdapat berbagai macam jenis beras yang dapat ditemukan di pasar atau toko makanan. Berikut adalah beberapa jenis beras yang paling umum di Indonesia Beras Putih Beras Merah Beras Ketan Beras Jagung Cara Kerja Memasak Beras yang Benar Beras yang benar-benar sudah matang akan memiliki kandungan air kurang dari 1%. Cara memasak beras yang tepat akan membuat nasi menjadi lembut dan tidak lengket. Berikut adalah langkah-langkah memasak beras yang benar Bilas beras hingga bersih, kemudian tiriskan selama 10-15 menit. Masukkan beras ke dalam panci atau rice cooker. Tambahkan air secukupnya, yaitu sekitar hingga 3 kali jumlah beras yang digunakan. Rebus beras di atas api yang cukup panas hingga air mulai mendidih. Kecilkan api dan biarkan air beras mendidih selama 10-12 menit. Setelah air beras sudah habis, tutup panci atau rice cooker dan matikan kompor. Aduk-aduk nasi yang telah matang dengan garam secukupnya. Keuntungan Mengonsumsi Beras Mengonsumsi beras memiliki banyak keuntungan bagi kesehatan tubuh kita. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari mengonsumsi beras secara rutin Meningkatkan asupan vitamin dan mineral Mengembalikan energi dengan cepat Membantu menjaga kesehatan jantung Membantu menjaga keseimbangan gula darah Menjaga keseimbangan cairan tubuh Manfaat Beras bagi Kesehatan Beras juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh kita. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapat dari mengonsumsi beras Meningkatkan daya tahan tubuh Meningkatkan kesehatan pencernaan Mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti kanker dan diabetes Meningkatkan kesehatan kulit Meningkatkan kecerdasan otak Demikianlah kisah padi dari sawah ke meja makan serta manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi beras secara rutin. Yuk, jangan lupa makan nasi setiap hari untuk menjaga kesehatan tubuh kita!
Materidan pembahasan yang diambil berdasarkan pada kelas 5, tema 3 25 september 2021 cay kunci jawaban tema 3 kelas 5 11/09/2021 · proyek 3 kisah padi dari sawah ke meja makan buatlah sebuah karangan narasi yang menceritakan perjalanan padi dari sawah sampai ke meja makan ketika siap disantap menjadi nasi.
Contohkarangan narasi yang menceritakan perjalanan padi dari sawah sampai ke meja makan ketika siap disantap menjadi nasi - 26048146. elyanalove elyanalove 10.12.2019 B. Indonesia Sekolah Menengah Pertama terjawab
.
  • q0idxyeown.pages.dev/96
  • q0idxyeown.pages.dev/41
  • q0idxyeown.pages.dev/256
  • q0idxyeown.pages.dev/294
  • q0idxyeown.pages.dev/275
  • q0idxyeown.pages.dev/337
  • q0idxyeown.pages.dev/104
  • q0idxyeown.pages.dev/375
  • q0idxyeown.pages.dev/116
  • kisah padi dari sawah ke meja makan